in purpose?
nothing Comments Off the quest is "why in this month?"
is it a coincidence or deliberateness?
seems like it’s been done purposely
the quest is "why in this month?"
is it a coincidence or deliberateness?
seems like it’s been done purposely
It’s been A while since the last conversation. Hope everything is fine. Just dont like to see another thing screw up. Well, i knew it was the risk. I’m sure I was not muddle along that. It was the best choice for thing that mudling for quite few years.
I was not creeping on the belly,I’m not and I’ll never do. Despite it seems to be
Another glitch, startle everyone around. A hiccups on everyone throats. They suddenly turn their unexplainable countenance. It was vague at the beginning, getting clearly as the time goes by. I was pondering to spell something unwise. Fortunately I wisely decided to keep being wise. Nothing to be rage about. As I believe a rage will never give better than what we rage about.
commitment is no longer a commitment when you need a signed paper to remember it. It is a covenant, strictly different from what I expected. Silly me then, why expecting a goodwill. Most of the case, goodwill come with pressure or in the other hand a very unbelievable heart (something possibley archaic). Whilst I should put expectation aside, it is better if I signed a covenant with them. If I did, would anyone feel teased?
andai bisa
kan kunyatakan setiap bahagia
agar kau tahu betapa yang kau berikan telah melebihi
dan bahwa cerita kita melampaui definisi tentangnya
andai bisa
kan kunyatakan setiap keluh
agar kau tahu betapa banyak beban yang tak kubagi
dan bahwa cerita kita tak sesempurna yang ternyatakan
andai bisa
kan kutuliskan setiap detik yang telah kita lewati
agar kau tahu betapa setiapnya berisi berjuta makna
dan bahwa cerita kita berjalan dalam kebungkaman yang panjang
andai bisa
kan kulakukan setiap hal yang tak pernah bisa kulakukan
agar kau tahu betapa ku tak pernah ingin kau menitikkan air mata
agar kau tahu betapa keras kujaga agar kau tak terluka
andai bisa
kuingin kau mengerti
Indonesiaku
Almost a week i’ve been thinking to redesign my Forex Trading Tips blog. I think there is something on it looks that should be changed , somehow to make it more eye-catching and neater. but i dont know what it is or what they are.
what…
how..
what for…
where…
why..
why not…..
grrrrrrrrrr…grmbl grmbl hmmmmfffffffff
This post was edited for some reasons.
if you dont mind to gimme a hand, please visites below links:
PhD Scholarships in Health and Human Sciences, University of Essex
DBU Postgraduate Scholarships in Environmental Protection
PhD Scholarships in Political Science University of Southern Denmark
International Postgraduate Scholarships in Information Technology and Electrical Engineering
selama ini 3/4 waktu ku selalu kulewatkan di tempat2 dengan setidaknya 2 orang laen disekitarku. jarang banget aku sendirian, apalagi dengan situasi kost baru sekarang yang walaupun cuman aku yg berstatus ‘anak kost’ tapi selalu rame dengan makhluk2 yg berseliweran
Seorang teman pernah mengatakan "kamu sepertinya emang menikmati kumpul2 banyak orang". aku cuman nyengir. dalam hati aku bertanya "masa’ sih?"
yah, rutinitas menuntutku mesti sering ketemu dan berkumpul banyak orang. Untuk hal-hal yg seringkali orang ga pahami (bahkan orang terdekatku), aku seringkali harus berkumpul dengan banyak orang. tapi apa bener aku menikmatinya?
ada benernya, aku toh selalu menikmati apa aja yang memang menurutku harus kulakukan. Work with love..huh. Satu hal yang mungkin seringkali orang ga pahami, dan aku sendiri seringkali lupa, adalah kalo kecenderungan dasarku sebenernya "pendiam dan soliter". heh..pasti banyak yg protes kalo aku ngomong begini.
mungkin cuman ortu ku yg bisa membenarkan (maklum mereka kan ngeliat sejak kecil, bos). Waktu kecil aku merupakan anak yg ga banyak bicara, menikmati waktu-waktu buat sendirian. Kecenderunganku buat "hobi ngoceh" dan "kumpul2" seingatku baru muncul kira-kira waktu aku kelas 5 SD. saat itu, karena suatu alasan, aku memutuskan buat belajar lebih bersosialisasi dan komunikatif.
jadinya, dimasa-masa berikut aku memang jadi jenis orang yg senang bersosialisasi, many friends around. And I enjoy it,really. tapi, bagaimanapun kecenderungan dasarku tetap ga pernah hilang. Kalo disuruh memilih "lebih menikmati mana, kumpul2 atau sendirian?" . aku bakal menjawab "dua-duanya"
ada saat2 di mana aku menikmati bertemu dengan orang2, tapi ada saat2 di mana aku bener2 butuh buat sendiri dan menikmati keheningan. Keheningan, buatku, sangat menenangkan dan inspiratif.
belakangan ini, aku bener2 merindukan saat2 di mana keheningan menjadi dominan. saat2 seperti dulu waktu aku sering cuman nongkrong di belakang rumah, sendirian, menikmati rokok dan menatap langit malam. Starring at the sky.
Atau saat2 di mana aku cuman berdiri di tepi Kalikuning, menatap bukit2 hijau dikaki merapi, menatap aliran bening mata air pegunungan, menyerap energi alam yang segar dan positif .
Hari ini, keheningan semacam itu merupakan sesuatu yang terlampau sulit kuperoleh. 24 jam seolah tak memadai buat memenuhi semua kewajiban dan juga kebutuhan personal. what a life
Satu2nya ruang hening inspiratif yang masih bisa kuperoleh belakangan ini hanyalah saat di atas Sajadah. Saat dahi berada tepat diatas sajadah…saat sebuah permohonan terasa berlebih, dan keangkuhan menjadi tidak masuk akal..
begitu banyak nikmat yang sudah Kau beri, dan terlalu banyak pinta yang kupanjatkan…..tanpa satupun syukur yang kupersembahkan.
ah..Hening
beberapa hari lalu aku ngobrol sama si leppy, lagi2 tentang topik yg sering menjangkiti hari2 nya :P. problem pertemanan dan kepercayaan. gara2 itu aku jadi kepikir dan teringat banyak hal, prinsip dalam berkawan, kepercayaan, mempercayai, dipercayai, dikhianati dan ditinggalkan (wups tunggu dulu, ini bukan cuman soal yg berhubungan dengan "cinta").
few days after, aku ktemu beberapa temen laen. ngelihat mereka dan hubungan perkawanan selama ini, aku jadi teringat lagi pikiran2 usang soal perkawanan dan kepercayaan. dari beberapa teman itu ada beberapa yg kuklasifikasikan sebagai "teman-teman terbaik". Hubunganku dengan mereka berjalan bukan saja sudah cukup lama, tapi juga dalam sebuah puzzle kepercayaan yang sulit dijelaskan. "kawan sejati adalah dia yang mau menempatkan dirinya di ujung tanduk demi kita" itu kalimat dari seseorang kepadaku untuk menjelaskan apa yang dia pahami tentang "berkawan"
aku pribadi adalah orang yg cenderung suka berteman dengan siapa pun. Mengenal orang-orang baru dari berbagai latar belakang dan dengan beragam sifat dan pemikiran. Dalam setiap hubungan pertemanan aku selalu menerapkan prinsip "berbuat baiklah dengan siapapun" "kebaikan adalah sesuatu yang harus diberikan, bukan diminta"
di sisi yang laen, aku menerapkan standar yang agak lebih rumit dalam hal "kepercayaan". Aku ingat suatu ketika aku pernah membaca sebuah artikel di Koran Tempo (kapan ya langganan lagi..), ada tulisan begini "Kepercayaan bukanlah sekedar masalah waktu, tapi harus diuji". Yap, setuju banget. Kepercayaan tidak berbanding lurus dengan jangka waktu kita mengenal seseorang. Dalam skala yang lebih rumit, aku bahkan menguji kepercayaan lebih detail. Sebagai contoh, orang yang biasa kupercaya mengirimkan pakaianku ke laundry, belum tentu bisa kupercaya mengambilkan uangku di ATM. why? simple aja, aku belum pernah mencoba meminta tolong padanya buat mengambilkan uangku di ATM
setelah sekian lama dapet cek joinan dan atas nama teman, akhirnya hari ini aku terima sendiri cek dari GOOGLE atas nama ku. 230 USD, well enough to buy some meal
today is the most wonderful day ever. chatting with my inspiring angel and receiving my first cheque with my name on it.and more, I booked 400pips last week. wonderful
hey YOU, i just wanna say that i’ve been trying hard not to dissapoint you. i really want to have that dinner -out someday, at the place we’ve decided before .
take care and keep being my inspiring angel
se-sorean bengong, trus iseng2 ngliat2 profil2 FS nya temen2. sepintas-pintas aja lah. temen2 smp,temen SMA, temen di FK. jadi kebawa emosi romantisme
ngliat blognya dr akhun, jadi keinget..dah lama juga ga ketemu. Dah sekian lama sejak pertama kali terkesan dengan kemampuan ajaibnya membuat segala bentuk benda berbau ’seni’. satu-satunya seniman yg tinggal di tempat ajaib named as"kibar 32" alias kintelan baru 32. gimana kabar, khun?
di blognya akhun ada tulisan soal seseorang coded as ‘H’ , which I believed is refer to ‘Helvi’..makhluk ajaib laen yg pernah berseliweran di sekitaran Kibar 32. over self confidence yg bujubune,berkarir sampai SMPT, Cabang, lulus hampir cumlaude, hobi ngoceh dalam bahasa inggris,successfully attended bedah onkologi di (entah bagian mananya) Jepang stelah melewati sekian banyak halang-rintang (bahkan dari teman sendiri he2), juga fakta bahwa makhluk ini berjenis kelamin perempuan…membuat makhluk ini has to be classified as "Ajaib".
masih di blog Ajaibnya akhun, sempet ngebaca juga komen dari makhluk laen yg juga Ajaib. ADIT. Makhluk ajaib yg secara ajaib ketemu denganku dalam sebuah ‘victory week’ yg juga ajaib. Datang dengan motor ajaibnya, membawa sebuah pemaparan Ajaib tentang konstelasi ‘pemilihan Ketua Senat dan Presiden BEM FK’. 5 tahun satu rumah dengan Adit, jelas bikin aku berhak mengklaim sebagai "yang paling tahu soal perilaku2 ajaibnya"
Punya pengalaman jadi bakul komputer, jago soal urusan komputer dan tekhnologi, urusan cetak-mencetak juga mantab (sampe hapal harga percetakan diseluruh semarang),Birokrat mahasiswa yg ngudubileh kalo sudah pake jas almamaternya yg penuh "Pin" itu, sukses jadi salah satu dedengkot ISMKI di jamannya, sukses juga meraih gelar "Mahasiswa Berprestasi FK Undip" biarpun banyak yg komplain, memenangkan gelar "Presentan Favorit’ di salah satu momen mahasiswa kedokteran di Australia (setelah proses keberangkatannya yg kontroversial), lulus hampir cumlaude juga, jago maenin gitar (biarpun vokalnya hancur)…yah kepanjangan lah kalo kusebutin satu-satu, intinya jenis ini sama Ajaibnya dengan 2 yg kusebutin sebelumnya, dan sama2 suka berkelinteran di sekitaran Kibar 32.
wish all of you all the best in life ..